Latahnya Stasiun Televisi Di Indonesia

Latahnya Stasiun Televisi Di Indonesia

Curhatan gue mengenai program acara tv di Indonesia sebelumnya sudah ada tapi gue mau bahas tentang hal ini sekali lagi. Akhir-akhir ini gue baca di sebuah forum katanya sudah tidak menikmati acara tv yg ada. Salah satu komentar mengatakan bahwa dia hanya menonton dari jam 3 sore sampai jam 7 malam, itu karena ada acara favoritnya. Sekarang ini para netizen sering membacarakan serial naruto yg ditayangkan di salah satu stasiun tv swasta dan para netizen menyambut baik. Tetapi setelah jam 7 mereka lebih baik mematikan tv karena acara dari jam 7 tidak ada yg bagus menurut mereka. Memang bener sih, acara di jam-jam primetime justru kurang menarik buat gue.

Acara dangdut yg tayang berjam-jam, sinetron yg tidak mendidik, program berita yg penuh dengan politik yg tidak berimbang dan acara india yg nggak ada menariknya buat gue.

  • Satu hal yg bikin gue males nonton tv saat ini adalah program acara tv serupa tayang di beberapa stasiun. Melihat acara dangdut sukses di stasiun tv sebelah, stasiun tv yg satu lagi pun ikut-ikutan menayangkan acara dangdut. Durasi penayangan acaranya juga lama banget, bisa 5 jam sendiri buat acara dangdut begitu. Bukannya gue nggak suka dengan musik dangdut ya, gue juga suka dengan musik dangdut. Apalagi dengan duo serigala yg suka men-dribble bola basketnya itu, ups.. back to the topic. Memang bagus stasiun tv mengangkat acara musik yg berasal dari negara sendiri tapi ya kalo bisa acaranya berbeda dari yg lain. Stasiun tv nayangin acara musik dangdut, ya kalo bisa stasiun tv yg lain bikin acara musik rock atau pop.
  • Sinetron yg tayang di tv juga nggak ada yg menarik  buat gue terutama di jam-jam primetime ya. Ada hewan masuk sinetron, dijadikan judul sinetron, dan satu lagi konten sinetronnya ada yg tidak mendidik. Adegan pacaran, adegan antara si kaya dan miskin, adegan kejahatan yg seharusnya tidak ditayangkan di tv. Akibatnya anak-anak sekarang yg masih SD sudah mengenal pacaran, dan galau. Anak-anak SD sekarang sudah tumbuh dewasa di waktu yg tidak tepat, terlalu dini, dan sudah berlagak menjadi orang dewasa. Sudah jelas pengaruhnya dari sinetron, karena malam hari merupakan waktunya orang-orang untuk menonton tv dan pilihan acaranya sinetron setiap hari lagi. Jadi wajar saja kalo anak-anak SD sekarang berlagak dewasa karena sudah dicekoki oleh sintron yg tidak mendidik setiap harinya. Gue sebut sinetronnya Ganteng-Ganteng Sempak, eh Serigala maksud gue. Berharap sinetron ini dilarang tayang oleh KPI *kayaknya nggak bisa yah.
  • Mau nonton berita juga nggak ada minat setelah isinya hanya politik b*llsh*t dan beritanya memihak, tidak seimbang. Kalo menonton berita jangan menonton satu stasiun tv saja, coba bandingkan antara stasiun tv yg satu dengan yg lainnya. Gue beri contoh ya, coba perhatikan beritanya Metr*tv dan Tv*ne ya. Kalo kalian sering menonton program berita di kedua stasiun tv ini akan keliahatan sekali perbedaannya terutama dalam berita politik. Stasiun tv ini bilang begini dan stasiun tv yg itu bilang begono. Metr*tv lebih mendukung kebijakan pemerintahan sekarang sementara itu tv*ne lebih mengkritik kebijakan yg diambil pemerintahan. Metr*tv mendukung kubu golkar versi agung laksono sementara itu tv*ne lebih mendukung golkar versi abu rizal (wajar aja yg punya tv one abu rizal haha..).
  • Satu lagi yg bikin gue males nonton tv yaitu acara yg berbau india atau sintron india sampai-sampai mendatangkan artis india segala. Artis indonesia gak kalah bagusnya kok sama artis india. Apa karena pengaruh film bollywood yg udah menyerang indonesia sejak dulu? Pemeran film di bollywood juga kebanyakan berkulit putih atau kasta yg paling tinggi berdasarkan kasta yg ada dalam umat hindu. Memang budaya indonesia juga terpengaruh dari budaya india sejak dulu tapi apa harus membuat acara yg berbau india dan sinetron india gitu. Di sisi lain juga penggemarnya juga banyak yaitu perempuan yg begitu suka dengan artis india akibat kebanyakan nonton film india. Stasiun tv juga gak mau buang kesempatan, melihat market yg begitu lumayan kenapa tidak memberikan tayangan berbau india seperti itu.
  • Oh iya hampir aja ketinggalan, acara gosip yg bikin ibu-ibu ngomongin urusan artis. Paling males kalo nonton acara gosip ini, disinilah tempat-tempat artis cari sensasi biar lebih terkenal sedikit saja. Acara yg kerjaannya ngomongin aib orang dan dengan bangganya memiliki aib yg seharusnya tidak diketahui orang banyak. Dengan bangganya menceritakan kegagalan rumah tangganya. Ah.. makin aneh saja orang mau terkenal dan wajahnya mungkin terbuat dari tembok jadi nggak malu. apa harus gitu ya biar bisa jadi artis? Cari sensasi, nikah disiarkan live di stasiun tv, dan cerai cerita sana-sini. Berharap acara seperti ini tidak eksis lagi...

Ah.. nggak tahulah agak kompleks juga permasalahan dunia pertelevisian di indonesia saat ini. Apakah stasiun tv hanya mementingkan peringkat rating tv dari nielsen? Atau apakah stasiun tv hanya mementingkan seberapa banyak sponsor di acaranya? Bukan kah stasiun tv yg baik itu menyiarkan acara yg mendidik untuk anak-anak, acara yg menghibur yg benar-benar menghibur dan berita yg berimbang. Apakah tidak ada lagi yg peduli dengan acara yg ramah terhadap anak-anak di jam-jam primetime? Gue salut dengan acara tr*ns7 di siang hari yg menayangkan acara yg ramah terhadap anak-anak. Gue berharap acara itu berubah jam tayang di jam-jam primetime, berharap saja. KPI kemana ya? Kok nggak ada? Ada nggak sih? Ngga tahu dah haha..

0 komentar:

Post a Comment