Perilaku Konsumen


Analisis Sikap Multiatribut Fishbein Terhadap Produk Mie Instan Goreng Antara Indomie Dengan Mie Sedaap 
INSTITUTE PERBANAS JAKARTA
Nama                 :         Dedek Azhari Sitorus
NIM                      :         1012000325
Mata Kuliah       :         Perilaku Konsumen





Pendahuluan
          Mie instan merupakan salah satu makanan pengganti makanan pokok yang dibutuhkan manusia. Mie instan sangat dibutuhkan saat makanan pokok sulit didapatkan, hal ini sering terjadi di daerah bencana dan daerah konflik sehingga makanan yang paling mudah untuk diberikan adalah mie instan. Mie instan terdiri dari berbagai jenis, bentuk dan sangat beragam rasanya. Mulai dari mie instan goreng, soto bahkan ada mie instan gelas. Jenis dan bentuk yang dipilih dan dikonsumsi sangat ditentukan oleh keinginan atau selera individu konsumen. Dengan semakin banyaknya kebutuhan akan mie instan, menyebabkan permintaan akan mie instan naik dan produsen mie instan pun semakin banyak bermunculan. Akibatnya, persaingan antar produsen mie instan pun semakin meningkat dan mereka bekerja keras untuk membuat mie instan sebaik mungkin agar dipilih dan dibeli oleh konsumen. Untuk membedakan produk mie instan berbeda dari produk mie instan lainnya, produsen memberikan berbagai atribut lainnya di produk mie instan tersebut. Contoh atribut yang paling penting adalah merek.
          Para produsen dan pemasar makanan harus mengetahui bagaimana konsumen mengambil keputusan dalam memilih dan mengkonsumsi mie instan. Pemahaman ini akan membantu para produsen dan pemasar agar dapat memasarkan mie instan dengan lebih efektid. Salah satu faktor yang perlu diketahui adalah memahami atribut-atribut apa yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih mie instan.
Tujuan dari penelitian adalah:
1.      Mengidentifikasi sikap konsumen terhadap berbagai atribut produk mie instan goreng.
2.      Menganalisis sikap konsumen terhadap dua merek produk mie instan goreng.

Metode
Tempat dan Waktu Penelitian
          Penelitian ini dilakukan di Jakarta, yaitu di kampus ABFI Perbanas Institute, dengan menggunakan desain survei. Unsur sampling adalah individu konsumen yang berasal dari populasi mahasiswa dan mahasiswi Program S1 Manajemen Perbanas. Pengambilan data dilakaukan pada bulan Mei 2013.

Cara Pengambilan Contoh
          Pengambilan contoh dilakukan secara purposif, yaitu semua mahasiswa dan mahasiswi yang sedang mengikuti kuliah pada semester genap. Jumlah responden adalah 50 orang.

Cara Pengumpulan Data
          Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara tertulis. Untuk bisa menjawab kuesioner, semua responden diminta untuk melakukan uji organoleptik terhadap produk mie instan goreng merek Indomie dan Mie Sedap.

Deskripsi Variabel
          Variabel dalam penelitian ini terbagi ke dalam dua kelompok variabel. Yang pertama adalah variabel evaluasi terhadap sembilan atribut produk (variabel ei), yang terdiri atas sembilan buah pertanyaan yaitu evaluasi terhadap atribut, a) rasa goreng, b) tekstur, c) bumbu, d) berat mie, e) zat gizi, f) harga, g) kemasan, h) kemudahan memasak, i) bawang goreng. Setiap responden diminta untuk menyatakan sikapnya dalam 5 angka skala, mulai +2 yang berarti sangat penting sampai -2 yang berarti sangat tidak penting.

Pertanyaan untuk mengukur komponen ei adalah sebagai berikut.

Unsur Evaluasi (ei) Atribut Produk Mie Instan Goreng
Rasa
Sangat Penting

+2

+1

0

-1

-2

Tidak Penting
Tekstur
Sangat Penting

+2

+1

0

-1

-2

Tidak Penting
Bumbu
Sangat Penting

+2

+1

0

-1

-2

Tidak Penting
Berat Mie
Sangat Penting

+2

+1

0

-1

-2

Tidak Penting
Zat Gizi
Sangat Penting

+2

+1

0

-1

-2

Tidak Penting
Harga
Sangat Penting

+2

+1

0

-1

-2

Tidak Penting
Kemasan
Sangat Penting

+2

+1

0

-1

-2

Tidak Penting
Kemudahan Memasak
Sangat Penting


+2


+1


0


-1


-2


Tidak Penting
Bawang Goreng
Sangat Penting

+2

+1

0

-1

-2

Tidak Penting

         


          Variabel kelompok kedua adalah kekuatan kepercayaan bahwa produk mie instan goreng merek INDOMIE dan MIE SEDAP memiliki kesembilan atribut tersebut. Setiap responden diminta untuk menyatakan sikapnya terhadap pernyataan INDOMIE dan MIE SEDAP memiliki atribut a) rasa goreng, b) tekstur, c) bumbu, d) berat mie, e) zat gizi, f) harga, g) kemasan, h) kemudahan memasak, i) bawang goreng, dalam 5 angka skala, mulai dari +2 yang berarti sangat baik sampai -2 yang berarti sangat buruk. Skor rata-rata setiap variabel tersebut digunakan untuk menghitung skor Model Sikap Multiatribut Fishbein. Model ini menggambarkan sikap konsumen terhadap produk biskuit untuk masing-masing merek berdasarkan sikap konsumen terhadap kesembilan atribut produk tersebut. Pertanyaan untuk mengukur kepercayaan terhadap atribut produk adalah sebagai berikut.
Unsur kepercayaan (bi) terhadap atribut Indomie dan Mie Sedap
Rasa
Sangat Terasa

+2

+1

0

-1

-2

Tidak Terasa
Tekstur
Sangat Bagus

+2

+1

0

-1

-2

Tidak Bagus
Bumbu
Sangat Enak

+2

+1

0

-1

-2

Tidak Enak
Berat Mie
Sangat Berat

+2

+1

0

-1

-2

Tidak Berat
Zat Gizi
Sangat Bergizi

+2

+1

0

-1

-2

Tidak Bergizi
Harga
Sangat Mahal

+2

+1

0

-1

-2

Tidak Mahal
Kemasan
Sangat Menarik

+2

+1

0

-1

-2

Tidak Menarik
Kemudahan Memasak
Sangat Mudah


+2


+1


0


-1


-2


Tidak Mudah
Bawang Goreng
Sangat Renyah

+2

+1

0

-1

-2

Tidak Renyah

Kemudian pertanyaan yang sama ditujukan untuk mengukur kepercayaan terhadap merek Mie Sedap.




Hasil dan Pembahasan
          Sebelum responden melakukan uji organoleptik terhadap dua merek produk mie instan goreng, responden terlebih dahulu diminta untuk menyatakan pendapatnya terhadap sembilan buah atribut dari produk mie instan goreng tersebut. Inilah yang disebut sebagai evaluasi komponen ei dari sikap konsumen. Hasil evaluasi tingkat kepentingan atribut tersebut dsajikan pada tabel 1. Sedangkan hasil evaluasi tingkat kepercayaan (bi) terhadap produk mie instan goreng INDOMIE diperlihatkan pada tabel 2 dan merek MIE SEDAP pada tabel 3.

Tabel 1. Evaluasi Tingkat Kepentingan (ei) Atribut Produk Mie Instan Goreng (n=50)

Atribut
Skor Tingkat Kepentingan: +2=Sangat Penting; -2=Tidak Penting

Rata-rata (ei)

+2
+1
0
-1
-2

Rasa
22
20
8


1,28
Tekstur
18
20
12


1,12
Bumbu
23
22
3
2

1,32
Berat Mie
14
8
26
2

0,68
Zat Gizi
26
14
7
3

1,26
Harga
8
18
20
4

0,6
Kemasan
8
24
13
5

0,7
Kemudahan Memasak
18
22
10


1,16
Bawang Goreng
14
18
12
6

0,8












Tabel 2. Frekuensi Skor Tingkat Kepercayaan (bi) Atribut Produk Merek INDOMIE (n=50)
Atribut
Skor Tingkat Kepercayaan Atribut
Rata-rata (ei)
INDOMIE

+2
+1
0
-1
-2

Rasa
10
34
6


1,08
Tekstur
8
27
15


0,86
Bumbu
12
34
4


1,16
Berat Mie

14
30
4
2
0,12
Zat Gizi
4
4
34
8

0,08
Harga

12
26
9
3
-0,06
Kemasan
2
25
20
3

0,52
Kemudahan Memasak
18
24
8


1,2
Bawang Goreng
7
30
8
5

0,78

Tabel 3. Frekuensi Skor Tingkat Kepercayaan (bi) Atribut Produk Merek MIE SEDAP (n=50)
Atribut
Skor Tingkat Kepercayaan Atribut
Rata-rata (ei)
MIE SEDAP

+2
+1
0
-1
-2

Rasa
8
20
20
2

0,68
Tekstur
2
18
27
1
2
0,34
Bumbu
6
20
13
11

0,42
Berat Mie
4
14
24
6
2
0,24
Zat Gizi

12
28
10

0,04
Harga

5
34
9
2
-0,16
Kemasan
3
11
31
5

0,24
Kemudahan Memasak
8
22
18
2

0,72
Bawang Goreng
7
26
14
3

0,74




Tabel 4. Hasil Analisis Sikap Multi Atribut Fishbein untuk Produk INDOMIE dan MIE SEDAP (n=50)

Atribut
Skor Evaluasi Kepentingan (ei)

Skor Kepercayaan (bi)


INDOMIE
MIE SEDAP
Rasa
1,28
1,08
1,38
0,68
0,87
Tekstur
1,12
0,86
0,96
0,34
0,38
Bumbu
1,32
1,16
1,5
0,42
0,55
Berat Mie
0,68
0,12
0,08
0,24
0,16
Zat Gizi
1,26
0,08
0,10
0,04
0,05
Harga
0,6
-0,06
-0,04
-0,16
-0,10
Kemasan
0,7
0,52
0,36
0,24
0,17
Kemudahan Memasak
1,16
1,2
1,39
0,72
0,84
Bawang Goreng
0,8
0,78
0,62
0,74
0,59
∑ bi ei


6,40

3,52

          Tabel 4 menunjukkan hasil analisis sikpa multiatribut fishbein. Berdasarkan nilai/skor Fishbein, skor sikap total INDOMIE (6,40) lebih besar dari MIE SEDAP (3,52). Ini artinya bahwa responden lebih menyukai produk INDOMIE dibandingkan MIE SEDAP.
          Dari kesembilan atribut produk mie instan goreng, yang dievaluasi responden, atribut bumbu memperoleh nilai skor tertinggi, kemudian diikuti oleh atribut rasa. Ini menunjukkan bahwa konsumen akan mempertimbangkan atribut bumbu dan rasa sebagai atribut penting dalam memilih produk mie instan goreng. Keenam atribut juga menunjukkan nilai yang positif antara 0,6 s/d 1,26 yang menunjukkan bahwa atribut-atribut ini juga dianggap penting oleh konsumen sebagai faktor yang dipertimbangkan dalam memiliki produk mie instan goreng.
          Dari kesembilan atribut tersebut, maka dari keenam atribut menggambarkan internal. Atribut dari produk tersebut, sedangkan tiga atribut lainnya (kemasan, harga, kemudahan memasak) menunjukkan eksternal atribut. Dari skor yang diperoleh kesembilan atribut maka skor kepentingan atribut harga adalah terendah. Ini artinya, konsumen lebih menganggap penting untuk mempertimbangkan atribut internal dari produk mie instan goreng tersebut dibandingkan atribut eksternalnya. Ini juga memberikan implikasi bahwa dalam pemilihan produk-produk makanan, maka atribut internal lebih dianggap penting dibandingkan atribut eksternalnya oleh konsumen.
          Responden lebih menyukai INDOMIE dibandingkan MIE SEDAP, karena responden menilai semua atribut INDOMIE lebih baik dari atribut MIE SEDAP. Penilaian kesukaan responden ini berdasarkan uji organoleptik yang tidak terungkap dalam penelitian ini adalah beberapa jumlah responden yang pernah mengkonsumsi INDOMIE atau MIE SEDAP dan menjadi konsumen yang loyal terhadap salah satu merek tersebut, juga tidak terungkap berapa jumlah responden yang belum pernah mengkonsumsi salah satu merek tersebut atau kedua merek tersebut.
          Penilaian konsumen terhadap merek tertentu akan dipengaruhi oleh pengalaman responden dalam mengkonsumsi produk merek tersebut. Jika ia sudah loyal terhadap merek tersebut maka ia cenderung menganggap lebih baik merek tersebut dibandingkan yang lain. Apabila responden belum pernah mengkonsumsi INDOMIE dan MIE SEDAP, amak hasil skor Fishbein lebih menggambarkan objektivitas yang lebih INDOMIE lebih disukai dibandingkan MIE SEDAP. Artinya, faktor subjektivitas loyalitas merek dapat diminimalkan pengaruhnya dalam uji organoleptik.
          Uji organoleptikn dalam penelitian ini dilakukan dengan terbuka, artinya responden mengetahui merek yang dicicipinya. Dengan metode seperti ini, maka responden yang pernah mengkonsumsi atau loyal terhadap merek tertentu akan sangat dipengaruhi penilaian sikapnya terhadap produk tersebut. Sebaliknya jika uji organoleptik dilakukan secara tertutup (blind test), maka responden tidak mengetahui merek produk yang dicicipinya, maka kemungkinan hasil skor sikap akan berbeda dengan hasil penelitian sekarang.
 

Kesimpulan
          Responden menganggap penting semua atribut produk mie instan goreng. Diantara kesembilan atribut, atribut bumbu dan rasa memiliki skor sikap yang tertinggi. Ini artinya bahwa kedua atribut tersebut dianggap lebih penting. Berdasarkan skor Fishbein, responden lebih menyukai produk INDOMIE dibandingkan MIE SEDAP. Semua responden lebih memilih INDOMIE dibandingkan MIE SEDAP, hal ini dapat dilihat pada perhitungan hasil analisis sikap. Hampir disemua atribut pada INDOMIE unggul dari MIE SEDAP, ini menunjukkan bahwa atribut internal INDOMIE lebih bagus. INDOMIE dapat unggul dalam skor Fishbein dikarenakan citra yang dibangun oleh INDOMIE sangat bagus dan INDOMIE merupakan mie instan pertama di Indonesia yang diproduksi oleh Indofood. Sehingga INDOMIE yang sudah lama diproduksi membuat citra merek sangat kuat dibenak konsumen. Bahkan saat membeli mie instan banyak konsumen yang langsung mencari INDOMIE bukan merek yang lain.
Jadi, bukan hanya di penelitian saya ini yang menyatakan bahwa INDOMIE unggul dari MIE SEDAP atau merek yang lainnya tetapi dalam kehidupan sehari-hari INDOMIE sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok dan paling dicari oleh konsumen. Dilihat dari penelitian ini, INDOMIE butuh perbaikan atribut zat gizi karena mie instan kurang bergizi dan apabila pesaing dapat memanfaaatkan celah ini maka dapat menjadi lawan INDOMIE di pasar mie instan. MIE SEDAP butuh waktu dan usaha yang kuat untuk dapat mengalahkan INDOMIE karena atribut pada MIE SEDAP sangat kurang dimata responden. Oleh sebab itu, MIE SEDAP butuh perbaikan atribut baik atribut internal dan eksternal. INDOMIE hanya perlu mempertahankan keunggulan atributnya dan lebih bagus lagi membuat inovasi baru pada mie instan goreng.

NB: hanya sebagai referensi dan jangan di copy-paste, kerjakan tugas dengan kemampuan sendiri.

0 komentar:

Post a Comment