Manajemen Sumber Daya Manusia I


HAK PEKERJA
MACAM-MACAM HAK PEKERJA
Hak Atas Pekerjaan
Hak atas pekerjaan merupakan hak azasi manusia,karena :
  1. Kerja melekat pada tubuh manusia. Kerja adalah aktifitas tubuh dan karena itu tidak bisa dilepaskan atau difikirkan lepas dari tubuh manusia.
  2. Kerja merupakan perwujudan diri manusia, melalui kerja manusia merealisasikan dirinya sebagai manusia dan sekaligus membangun hidup dan lingkungannya yang lebih manusiawi. Maka melalui kerja manusia menjadi manusia, melalui kerja mamnusia menentukan hidupnya sendiri sebagai manusia yang mandiri.
  3. Hak atas kerja juga merupakan salah satu hak asasi manusia karena kerja berkaitan dengan hak atas hidup, bahkan hak atas hidup yang layak.
Hak atas pekerjaan ini tercantum dalam undang-undang dasar 1945 pasal 27 ayat 2 yang menyatakan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Hak atas upah yang adil
Hak atas upah yang adil merupakan hak legal yang diterima dan dituntut seseorang sejak ia mengikat diri untuk bekerja pada suatu perusahaan. Dengan hak atas upah yang adil sesungguhnya bahwa:
  1. Bahwa setiap pekerja berhak mendapatkan upah, artinya setiap pekerja berhak untuk dibayar.
  2. Setiap orang tidak hanya berhak memperoleh upah, ia juga berhak memperoleh upah yang adil yaitu upah yang sebanding dengan tenaga yang telah disumbangkannya.
  3. Bahwa perinsipnya tidak boleh ada perlakuan yang berbeda atau diskriminatif dalam soal pemberian upah kepada semua karyawan, dengan kata lain harus berlaku prinsip upah yang sama untuk pekerjaan yang sama.
Hak untuk berserikat dan berkumpul
Untuk bisa memperjuangkan kepentingannya, khususnya hak atas upah yang adil, pekerja harus diakui dan dijamin haknya untuk berserikat dan berkumpul. Yang bertujuan untuk bersatu memperjuangkan hak dan kepentingan semua anggota mereka. Menurut De Geroge, dalam suatu masyarakat yang adil, diantara perantara-perantara yang perlu untuk mencapai suatu sistem upah yang adil, serikat pekerja memainkan peran yang penting. Ada dua dasar moral yang penting dari hak untuk berserikat dan berkumpul :
  1. Ini merupakan salah satu wujud utama dari hak atas kebebasan yang merupakan salah satu hak asasi manusia.
  2. Dengan hak untuk berserikat dan berkumpul, pekerja dapat bersama-sama secara kompak memperjuangkan hak mereka yang lain, khususnya atas upah yang adil.
Beberapa hal yang perlu dijamin dalam kaitan dengan hak atas keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja:
1.       Setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan atas keamanan, keselamatan dan kesehatan melalui program jaminan atau asuransi keamanan dan kesehatan yang diadakan perusahaan itu.
2.       Setiap pekerja berhak mengetahui kemungkinan resiko yang akan dihadapinya dalam menjalankan pekerjaannya dalam bidang tertentu dalam perusahaan tersebut.
3.       Setiap pekerja bebas untuk memilih dan menerima pekerjan dengan resiko yang sudah diketahuinya itu atau sebaiknya menolaknya.

Hak untuk diproses hukum secara sah
Hak ini terutama berlaku ketika seorang pekerja dituduh dan diancam dengan hukuman tertentu karena diduga melakukan pelanggaran atau kesalahan tertentu. pekerja tersebut wajib diberi kesempatan untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, dan kalau ternyata ia tidak bersalah ia wajib diberi kesempatan untuk membela diri.

Hak untuk diperlakukan secara sama
Pada perinsipnya semua pekerja harus diperlakukan secara sama, secara fair. Artinya tidak boleh ada diskriminasi dalam perusahaan entah berdasarkan warna kulit, jenis kelamin, etnis, agama dan semacamnya, baik dalam sikap dan perlakuan, gaji, maupun peluang untuk jabatan, pelatihan atau pendidikan lebih lanjut. Perbedan dalam hal gaji dan peluang harus dipertimbangkan secara rasional. Diskriminasi yang didasrkan pada jenis kelamin, etnis, agama dan semacamnya adalah perlakuan yang tidak adil.

Hak atas rahasia pribadi
Karyawan punya hak untuk dirahasiakan data pribadinya, bahkan perusahan harus menerima bahwa ada hal-hal tertentu yang tidak boleh diketahui oleh perusahaan dan ingin tetap dirahasiakan oleh karyawan. Hak atas rahasia pribadi tidak mutlak, dalam kasus tertentu data yang dianggap paling rahasia harus diketahui oleh perusahaan atau akryawan lainnya, misalnya orang yang menderita penyakit tertentu. Ditakutkan apabila sewaktu-waktu penyakit tersebut kambuh akan merugikan banyak orang atau mungkin mencelakakan orang lain. Umumnya yang dianggap sebagai rahasia pribadi dan karena itu tidak perlu diketahui dan dicampuri oleh perusahaan adalah persoalan yang menyangkut keyakinan religius, afiliasi dan haluan politik, urusan keluarga serta urusan sosial lainnya.

Hak atas kebebasan suara hati.
Pekerja tidak boleh dipaksa untuk melakukan tindakan tertentu yang dianggapnya tidak baik, atau mungkin baik menurut perusahaan jadi pekerja harus dibiarkan bebas mengikuti apa yang menurut suara hatinya adalah hal yang baik.

WHISTLE BLOWING
Whistle blowing adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang karyawan untuk membocorkan kecurangan entah yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya kepada pihak lain. Pihak yang dilapori itu bisa saja atasan yang lebih tinggi atau masyarakat luas.
Rahasia perusahaan adalah sesuatu yang konfidensial dan memang harus dirahasiakan, dan pada umumnya tidak menyangkut efek yang merugikan apa pun bagi pihak lain, entah itu masyarakat atau perusahaan lain.
Whistle blowing umumnya menyangkut kecurangan tertentu yang merugikan baik perusahaan sendiri maupun pihak lain, dan kalau dibongkar memang akan mempunyai dampak yang merugikan perusahaan, paling kurang merusak nama baik perusahaan tersebut. Contoh whistle blowing adalah tindakan seorang karyawan yang melaporkan penyimpangan keuangan perusahaan. Penyimpangan ini dilaporkan pada pihak direksi atau komisaris. Atau kecurangan perusahaan yang membuang limbah industri ke sungai.
Ada dua macam whistle blowing :
  1. Whistle blowing internal
Hal ini terjadi ketika seorang atau beberapa orang karyawan tahu mengenai kecurangan yang dilakukan oleh karyawan lain atau kepala bagiannya kemudian melaporkan kecurangan itu kepada pimpinan perusahaan yang lebih tinggi.
Motivasi utama dari whistle blowing adalah motivasi moral: demi mencegah kerugian bagi perusahaan tersebut
Motivasi moral ada dua macam motivasi moral baik dan motivasi moral buruk.
Untuk mencegah kekeliruan ini dan demi mengamankan posisi moralnya, karyawan pelapor perlu melakukan beberapa langkah:
  1. Cari peluang kemungkiann dan cara yang paling cocok tanpa menyinggung perasaan untuk menegur sesama karyawan atau atasan itu.
  2. Karyawan itu perlu mencari dan mengumpulkan data sebanyak mungkin sebagai pegangan konkret untuk menguatkan posisinya, kalau perlu disertai dengan saksi-saksi kuat.
2.         2. Whistle blowing eksternal
Menyangkut kasus dimana seorang pekerja mengetahui kecurangan yang dilakukan perusahaannnya lalu membocorkannya kepada masyarakat karena dia tahu bahwa kecurangan itu akan merugikan masyarakat. Misalnya; manipulasi kadar bahan mentah dalam formula sebuah produk.Motivasi utamanya adalah mencegah kerugian bagi masyarakat atau konsumen. Pekerja ini punya motivasi moral untuk membela kepentingan konsumen karena dia sadar semua konsumen adalah manusia yang sama dengan dirinya dan karena itu tidak boleh dirugikan hanya demi memperoleh keuntungan.
Tentu saja hal yang perlu diperhatikan adalah langkah yang tepat sebelum sampai membocorkan kasus itu ke luar, khususnya untuk mencegah sebisa mungkin agar nama perusahaan tidak tercemar karena laporan itu,,kecuali kalau terpaksa.
  1. Memastian bahwa kerugian yang ditimbulkan oleh kecurangan tersebut sangat serius dan berat dan merugikan banyak orang. Dalam hal ini etika utilitarianisme dapat dipakai sebagai dasar pertimbangan.
  2. Kalau menurut penilaiannya kecurangan itu besar, serius dan berakibat merugikan banyak orang, membawa kasus tersebut kepada staf manajemen untuk mencari jalan untuk memperbaiki dan menghentikan kecurangan itu.
Kalau langkah langkah intern semacam itu tidak memadai, sementara itu kecurangan tersebut tetap berlangsung, maka secara moral dibenarkan bahwa karyawan itu perlu membocorkan kecurangan itu kepada publik.
Dalam sistem sosial dimana melakukan whistle blowing akan menempatkan seorang karyawan dalam posisi yang sulit, secara moral karyawan itu diimbau untuk memutuskan sendiri apakah membocorkan atau tidak membocorkan kecurangan itu. Syaratnya keputusan itu harus diambil berdasarkan pertimbangan suara hatinya atas berbagai pro dan kontra, atas berbagai untung dan rugi yang menurut suara hatinya merupakan keputusan terbaik.
Dengan mempertimbangkan segala unsur konkret yang dihadapi, karyawan itu secara moral tidak boleh dipaksa, melainkan dibiarkan untuk memutuskan sendiri apa sikap dan tindakan yang akan diambilnya sesuai dengan suara hatinya sendiri.
Imbalan ektrinsik yang bentuknya sebagai benefit / tunjangan pelengkap contohnya seperti :
- uang cuti
- uang makan
- uang transportasi / antar jemput
- asuransi
- jamsostek / jaminan sosial tenaga kerja
- uang pensiun
- rekreasi
- beasiswa melanjutkan kuliah, dsb.

Teori Mikro Ekonomi


BAB 15
INVESTASI, WAKTU, dan PASAR MODAL
          Dalam bab 14, kita telah melihat bahwa, dalam pasar bersaing perusahaan-perusahaan memustukan berapa banyak harus dibeli setiap bulan dengan membandingkan produk penerimaan marjinal masing-masing faktor dengan biayanya. Keputusan semua perusahaan menentukan permintaan pasar untuk masing-masing faktor, dan harga pasar adalah harga yang menyamakan jumlah yang diminta dengan jumlah yang ditawarkan. Untuk masukan-masukan faktor, seperti tenaga kerja dan bahan baku, gambaran inisudah lumayan lengkap, tetapi tidak demikian halnya untuk modal. Alasannya ialah bahwa modal adalah sesuatu yang tahan lama: faktor ini dapat berlangsung lama dan member sumbangan bagi produksi selama bertahun-tahun setelah dibeli.
            Kadang-kadang, perusahaan-perusahaan menyewa modal sama seperti merekrut pekerja. Contohnya, suatu perusahaan mungkin menyewa ruang kantor dengan biaya bulanan, sebagaimana perusahaanitu juga merekrut pekerja dengan upah bulanan. Tetapi, lebih sering pengeluaran modal melibatkan pembelian pabrik dan peralatan yang diharapkan akan bertahan selama bertahun-tahun. Ini memasukkan unsur waktu. Apabila suatu perusahaan memutuskan apakah akan membangun pabrik atau membeli mesin, perusahaan itu harus membandingkan pegeluaran yang harus dilakukannya sekarang dengan laba tambahan yang akan dihasilkan modal baru tersebut pada masa mendatang. Untuk membuat perbandingan ini, perusahaan harus menjawab pertanyaan berikut: berapa besar nilai laba pada masa mendatanguntuk saat ini? Masalah ini tidak timbul ketika merekrut tenaga kerja atau membeli bahan baku. Untuk membuat pilihan-pilihan itu, perusahaan tersebut haya perlu membandingkan pengeluarannya sekarang untuk faktor tersebut-misalnya, upah atau harga baja-dengan produk penerimaan marjinal sekarang faktor. 

15.1 Stock versus Arus
          Kepemilikan modal suatu perusahaan diukur sebagai saham, tetapi masukan tenaga kerja dan bahan baku adalah arus. Saham modalnya memungkinkan suatu perussahaan memperoleh aliran laba dari waktu ke waktu.
            Modal diukur sebagai stock (persediaan) yaitu jumlah pabrik dan peralatanyang dimiliki perusahaan. Contohnya, jika suatu perusahaan memiliki pabrik mesin listrik dengan nilai $10 juta, kita mengatakan bahwa perusahaan itu mempunyai stok modal dengan nilai $10 juta. Di pihak lain masukkan tenaga kerja dan bahan baku diukur sebagai arus (flow) demikian pula keluaran perusahaan tersebut. Contohnya, perusahaan yang sama ini mungkin menggunakan 20.000 jam tenaga kerja dan 50.000 pon tembaga/perbulan untuk memproduksi 8.000 mesin listrik/perbulan.(Pilihan unit bulanan bukan keharusan, kita juga dapat menyatakan jumlah ini dalam mingguan atau tahunan. Contohnya, 240.000 jam tenaga kerja/pertahun, 600.000 pon tembaga pertahun, dan 96.000 mesin pertahun.)

15.2 Nilai Diskonto Sekarang
          Apabila suatu perusahaan melakukan investasi modal, perusahaan itu membelanjakan uang sekarang guna memperoleh laba masa datang. Untuk memutuskan apakah investasi itu bernilai, perusahaan tersebut harus menentukan nilai sekarang laba masa mendatang dengan melakukan diskonto terhadapnya. Nilai diskonto sekarang (PDV) dari $1 yang dibayarkan setahun dari sekarang adalah $1/(11R), dimana R adalah suku bunga. PDV dari $1 yang dibayarkan n tahun dari sekarang adalah $1/(11R). Kita dapat meringkasnya sebagai berikut:
·         PDV dari $1 yang dibayar setelah 1 tahun =     $1
(1+R)
·         PDV dari $1 yang dibayar setelah 2 tahun =      $1
(1+R)²
·         PDV dari $1 yang dibayar setelah 3 tahun =    $1
(1+R)³
·         PDV dari $1 yang dibayar setelah n tahun =      $1
(1+R)n

15.3 Nilai Obligasi
          Obligasi adalah suatu kontrak dimana seseorang peminjam setuju membayar kepada pemegang obligasi (pemberi pinjaman) suatu arus uang. Misalnya obligasi korporat (obligasi yang diterbitkan  perusahaan tbk). Nilai obligasi tersebut adalah PDV dari aliran itu. Hasil efektif suatu obligasi adalah tingkat suku bunga yang menyamakan nilai tersebut dengan harga pasar obligasi tadi. Hasil obligasi berbeda-beda karena perbedaan dalam resiko dan jangka waktu jatuh tempo.
            Perpetuitas adalah obligasi yang membayarkan uang dalam jumlah tetap setiap tahun, selamanya. Untungnya, tidak perlu menghitung dan mmenjumlahkan semua faktor ini untuk mencari nilai perpetuitas ini. Penjumlahannya dapat dinyatakan dalam bentuk rumus sederhana
sederhana.
                                                            PDV=$100/R

15.4 Kriteria Nilai Bersih Sekarang untuk Keputusan Investasi Modal
Salah satu keputusan yang paling umum dan terpenting yang ambil perusahaan-perusahaan adalah berinvestasi dalam modal baru. Jutaan dollar mungkin diinvestasikan dalam suatu pabrik atau mesin yang akan berlangsung dan memengaruhi laba selama bertahun-tahun. Arus kas masa mendatang yang akan dihasilkan investasi tersebut sering tidak pasti. Dan, begitu pabrik tersebut selesai dibangun, perusahaan tadi biasanya tidak dapat membongkarnya dan menjualnya lagi untuk menutupi investasinya uang tersebut menjadi biaya hangus.
            Perusahaan itu seharusnya menghitung nilai sekarang dari arus kas masa mendatang yang diharapkan akan diperolehnya dari investasi tersebut, dan membandingkannya dengan biaya investasi tadi. Metode ini disebut sebagai kriteria nilai bersih sekarang (net persent value-NPV).
Kriteria NPV: Lakukan investasi bila nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan pada masa mendatang dari suatu rencana investasi ternyata lebih besar daripada biaya investasinya.
            Perusahaan-perusahaan dapat memutuskan apakah melaksanakan suatu investasi modal dengan menerapkan kriteria nilai neto sekarang (NPV): berinvestasi jika nilai sekarang perkiraan arus kas pada masa mendatang dari suatu investasi ternyata lebih besar daripda biaya ivestasinya.
            Menentukan tingkat diskonto, berapa tingkat diskonto yang seharusnya dipakai perusahaan tersebut? Jawabannya bergantung pada cara-cara alternatif bagaimana perusahaan itu dapat menggunakan uangnya. Misalnya, alih-alih investasi dapat ini mungkin perusahaan itu dapat berinvestasi dalam jenis modal lain yang menghasilkan aliran laba yang berbeda. Atau perusahaan itu dapat juga berinvestasi dalam obligasi yang menghasilkan pengembalian yang berbeda. Akibatnya, kita dapat menganggap R sebagai biaya peluang modal (opportunity cost of capital) perusahaan tersebut. Seandainya tidak berinvestasi dalam proyek ini, perusahaan tersebut dapat saja memperoleh suatu pengembalian dengan  berinvestasi dalam sesuatu yang lain. Karena itu, nilai yang tepat untuk R  adalah pengembalian yang mestinya dapat diperoleh perusahaan tersebut dari investasi yang “mirip”. Biaya peluang modal (opportunity cost of capital) adalah tingkat pengembalian yang dapat diperoleh seseorangdengan berinvestasi dalam proyek lain dengan risiko yang mirip.
Perusahaan-perusahaan dapat memutuskan apakah melaksanakan suatu investasi modal dengan menerapkan kriiteria nilai neto sekarang (NPV): Berinvestasi jika nilai sekarang perkiraan arus kas pada masa mendatang dari suatu investasi ternayata lebih besar daripada biaya investasi serupa. Tingkat diskonto yang dipakai suatu perusahaan untuk menghitung NPV suatu investasi seharusnya adalah biaya kesempatan modalnya yaitu, pengembalian yang dapat diperoleh perusahaan tersebut dari suatu investasi serupa. Pada saat mengitung NPV, jika aruskas berada dalam bentuk nominal (yaitu termasuk inflasi) tingkat diskontonya seharusnya juga adalah nominal;jika arus kasnya berada dalam bentuk riil (yaitu, nilai neto dari inflasi), tingkat diskonto riil seharusnya digunakan.
Penyesuaian terhadap risiko dapat dilakukan dengan menambahkan suatu premi risiko pada tingkat diskontonya. Namun, premi risiko tersebut seharusnya hanya mencerminkan risiko yang tidak dapat didivesifikasi.
Konsumen menghadapi pilihan investasi sebagaimana halnya perusahaan dimana untuk menentukannya dibutuhkan analisis keuangan. Ketika harus memutuskan untuk berinvestasi pada peralatan seperti membeli barang tahan lama seperti mobil atau peralatan lain, konsumen harus menghitung Nilai Bersih Sekarang(NPV)untuk biaya operasional mendatang.
Investasi pada sumber daya manusia-pengetahuan, keterampilan dan pengalaman menjadi lebih produktif dan karenanya menjadi penghasilan lebih tinggi dimasa mendatang -  dapat dievaluasi dengan cara yang sama untuk investasi fisik lainnya. Investasi melalui jenjang pendidikan tinggi, sebagai contoh menjadi untung secara ekonomis jika NPV dari penghasilan dimasa mendatang melebihi NPV dari biaya yang dikeluarkan.
Sumber daya yang dpaat habis dalam tanah adalah bagaikan uang dalam bank dan harus memberikan pengembalian yang sebanding. Karena itu, jika pasarnya bersaing karna kurang biaya pengabilan marjinal akan bertambah sesuai dengan tingkat suku bunga. Perbedaan antara harga dan biaya marjinal disebut biaya pengguna ini adalah biaya kesempatan dengan menghabiskan satu unit sumber daya tersebut.
Tingkat suku bunga pasar ditentukan penawaran dan permintaan dana yang dapat dipinjamkan. Rumah tangga menawarkan dana sehingga mereka dapat mengkonsumsi lebih banyak pada masa mendatang. Rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah membutuhkan dana. Perubahan dalam permintaan atau penawaran mengakibatkan perubahan dalam tingkat suku bunga.


BAB 16 EKUILIBRIUM UMUM dan EFISIEN EKONOMI
Kondisi dalam satu pasar dapat mempengaruhi harga dan output dalam pasar lainnya baik karna suatu barang merupakan input untuk produksi barang lainnya maupun karena kedua barang tersebut dapat saling mengganti atau saling melengkapi. Dalam bab ini, kita melihat bagaimana analisis ekulibrium umum dapat digunakan untuk memperhitungkan hubungan-hubungan timbal-balik ini.

16.1 ANALISIS EKULIBRIUM UMUM
Ketika menentukan harga dan jumlah ekuilibrium dalam suatu pasar, kita mengandaikan bahwa aktifitas dalam suatu pasar mempunyai sedikit atau sama sekali tidak ada pengaruh terhadap pasar-pasar lainnya. Analisis ekuilibrium parsial (partial equlibrium analysis) pasar mengasumsikan bahwa pasar-pasar terkait tidak akan terpengaruh, sudah cukup untuk memahami perilaku pasar. Namun, hubungan timbal-balik pasar dapat berperan penting. Penentuan harga dan jumlah equilibrium dalam suatu pasar tanpa bergantung pada pengaruh-pengaruh dari pasar lainnya. Berbeda dari analisis ekuilibirium parsial, Analisis ekuilibrium umum (general equilibrium analysis) membahas seluruh pasar secara bersamaan, dengan memperhitungkan pengaruh umpan balik pasar-pasar lainnya terhadap pasar yang sedang dipelajari.Pengaruh umpan balik adalah penyesuaian harga dan jumlah dalam suatu pasar yang disebabkan oleh penyesuaian harga dan jumlah dalam pasar-pasar yang masih terkait. 

Dua Pasar yang Saling Bergantung-Bergerak ke Arah Ekuilibrium Umum
 Dua barang akan saling menggantikan jika kenaikan harga yang satu mengakibatkan kenaikan jumlah yang diminta untuk lainnya. Contoh pasar yang bersaing untuk penyewaan DVD dan tiket bioskop. Kedua pasar tersebut saling terkait dengan erat karena kemilikan pesawat DVD dimana-mana telah memberikan kepada sebagian besar konsumen pilihan untuk menonton film dirumah dan juga bioskop, perubahan dalam kebijakan harga yang mempengaruhi satu pasar mungkin akan mempengaruhi pasar lain, yang pada gilirannya menyebabkan pengaruh timbal balik dalam pasar pertama. Andaikala pemerintah mengenakan pajak untuk setiap tiket film yang dibeli. Pengaruh pajak ini ditentukan  berdasarkan ekuilibrium parsial dengan menggeser kurva penawaran untuk film keatas.Hal ini terjadi sejauh kita melakukan analisis ekuilibrium parsial. Tetapi, kita dapat melangkah lebih jauh lagi dengan analisis ekulibrium umum dengan melakukan 2hal: (1) melihat pengaruh pajak film terhadap pasar  DVD, dan (2) melihat apakah ada pengaruh pajak film terhadap pasar DVD terhadap pasar film.


Pencapaian Ekuilibrium Umum
Dua barang akan saling melengkapi jika kenaikan harga yang satu mengakibatkan penurunan jumlah yang diminta untuk barang lainnya. Film dan barang yang saling menggantikan, jika kedua barang yang dimaksudkan adalha saling melengkapi, suatu analisis ekulibrium parsial akan terlalu menekan pengaruh pajak. Bayangkan, misalnya mobil dan bensin. Pajak bensin akan menyebabkan harganya naik, tetapi hal ini akan mengurangi permintaan untuk mobil, yang pada gilirannya akan mengurangi permintaan untuk bensin, yang menyebabkan harganya agak turun.

16.2 EFISIENSI PERTUKARAN
Ekonomi pertukaran (exchange economy), dengan menganalisis prilaku dua konsumen yang dapat memperdagangkan salah satu dari dua barang diantara mereka sendiri.
Pengalokasian efesien barang, tidak seorangpun dapat lebih diuntungkan tanpa mengakibatkan yang lain dirugikan.istilah efesiensi pareto kadang digunakan dengan atrian sama, untuk menghargai ahli ekonomi filvredo poreto dari italia, yang menge,bangkan konsep efesiensi pertukaran. Dalam subagian berikut , kami menunjukan kenapa perdagangan saling menguntungkan akan menghasilkan alokasi barang yang efesien.

Keunggulan Perdagangan
Biasanya perdagangan sukarela antara dua orang atau dua negara akan sama-sama menguntungkan kedua belah pihak. Untuk melihat bagaimana perdagangan mengakibatkan orang-orang lebih diuntungkan, asumsikan bahwa pertukaran itu sendiri tidak berbiaya. Tingkat substitusi marjinal merupakan jumlah maksimal satu barang yang ingin dihentikan konsumen untuk mendapatkan satu unit barang lain.

Pengalokasian yang Efesien
Suatu pengalokasian akan berjalan efesien apabila tidaqk satupun konsumen dapat lebih diuntungkan melalui perdagangan tanpa mengakibatkan konsumen lainnya lebih dirugikan. Apabila konsumen melakukan semua perdagangan yang sama-sama menguntungkan, hasilnya adalah Pareto yang efesien dan terletak pada kurva kontrak.

Kurva Kontrak
Pengalokasian awal, banyak kemungkinan pengalokasian yang efesien dapat dicapai melalui perdagangan yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak. Kurva kontrak (contract curve) kurva yang memperlihatkan semua pengalokasian barang yang efesien antara dua konsumen atau dua input antara dua fungsi produksi. Kurva kontrak berisi semua pengalokasian kurva indiferensi semua konsumen saling bersinggung. Setiap titik pada kurva tersebut adalah efesien karena sesorang tidak mungkin lebih diuntungkan tanpa mengakibatkan orang lain dirugikan.

Ekuilibrium Konsumen dalam Pasar yang Bersaing
Dalam suatu pertukaran antara dua orang hasilnya dapat bergantung pada daya tawar kedua belah pihak. Namun pasar yang bersaing mempunyai banyak pembeli dan penjual yang sesungguhnya atau calon pembeli dan penjual. Dengan demikian, jika orang-orang tidak menyukai syarat-syarat suatu pertukaran, mereka dapat mencari penjual lain yang menawarkan syarat-syarat yang lebih baik. Akibatnya, masing-masing pembeli dan penjual menerima harga barang tsb sebagai suatu yang tetap dan memutuskan berapa banyak yang harus dibeli dan dijual pada harga tersebut. Suatu ekuilibrium yang bersaing menggambarkan beberapa harga dan jumlah; Apabila masing-masing konsumen memilih pengalokasian yang paling disukainya, jumlah yang diminta akan sama dengan jumlah yang ditawarkan dalam setiap pasar. Seluruh pengalokasian ekuilibrium yang bersaing terletak pada kurva kontrak pertukaran dan merupakan Pareto yang efisien.
Disekuilibrium ini seharusnya hanya berlangsung sementara. Dalam pasar yang bersaing, harga akan menyesuaikan diri jika terdapat kelebihan permintaan (excess demand) dalam beberapa pasar (jumlah satu barang yang diminta lebih besar daripada jumlah yang ditawarkan) dan kelebihan penawaran (excess supply) pada yang lainnya (jumlah yang ditawarkan lebih besar daripada jumlah yang diminta).

Efesiensi Ekonomi Pasar yang Bersaing
Suatu ekuilibrium yang bersaing adalah efesien secara ekonomis sering digambarkan sebagai dalil pertama ilmu ekonomi kesejahteraan (wefare economics). (ilmu ekonomi kesejahteraan melibatkan evaluasi normatif terhadap pasar dan kebijakan ekonomi.) secara formal, dalil pertama tersebut menyebabkan hal berikut:
Jika setiap orang bergadang dalam pasar yang bersaing, semua perdagangan yang sama-sama menguntungkan akan tercapai dan pengalokasikan sumber daya ekuilibrium yang dihasilkannya akan efesien secara ekonomis.
Ekuilibrium yang bersaing dari perspektif konsumen.
1.      Karena kurva-kurva indiferensi saling bersinggungan, semua tingkat substitusi marjinal di antara konsumen adalah sama
2.      Karena amsing-masing kurva indiferensi bersinggungan dengan garis harganya, MRS masing-masing orang atas sandang untuk pangan adalah sama dengan rasio harga kedua barang tersebut.
Secara formal, jika Pc dan PF adalah kedua harga tersebut,
MRSJFC  =  PC / PF  =  MRSKFC

16.3 KEADILAN DAN EFISIENSI
Perekonomian yang bersaing dengan sempurna benar-benar menghasilkan pengalokasian yang efesien. Tetapi beberapa pengalokasian mungkin akan lebih adil daripada yang lainnya.

Batas Kemungkinan Utilitas
Utility possibilities frontier mengukur seluruh pengalokasian yang efesien dari segi tingkat utilitas yang dicapai setiap orang. Meskipun kedua individu tersebut lebih menyukai beberapa pengalokasian dibandingkan suatu pengalokasian yang tidak efesien, tidak setiap pengalokasian yang efesien pasti begitu lebih disukai. Dengan demikian, suatu pengalokasian yang tidak efesien dapat lebih adil daripada suatu pengalokasian yang efesien.

Fungsi Kesejahteraan Sosial  (social welfare function)
Bobot yang diberikan pada utilitas masing-masing individu dalam menentukan apa yang secara sosial diinginkan. Suatu fungsi kesejahteraan sosial, utilitarian, mempertimbangkan utilitas setap orang dengan sama rata dan akibatnya memaksimalkan total utilitas seluruh anggota masyarakat. Setiap fungsi kesejahteraan sosial dapat dihubungkan dengan pandangan tertentu mengenai keadilan.

Keadilan dan Persaingan Sempurna
Suatu ekuilibrium yang bersaing memberikan hasil Pareto yang efesien yang mungkin atau juga tidak adil. Karena suatu ekuilibrium yang bersaing tidak perlu adil, pemerintah mungkin ingin membantu untuk meredistribusikan kekayaan dari orang-orang kaya kepada orang miskin. Karena redistribusi semacam itu membutuhkan biaya, terdapat suatu konflik antara keadilan dan efesiensi. Setiap ekuilibrium yang dianggap adil dapat dicapai melalui distribusi sumber daya yang sesuai di antara individu-individu dan distribusi semacam itu pada dirinya tidak perlu menghasilkan inefisiensi.

16.4 EFISIENSI PRODUKSI
Syarat-syarat yang dibutuhkan untuk mencapai pengalokasian yang efisien dalam pertukaran dua barang, penggunaan input yang efisien dalam proses produksi. Mengasumsikan ada total penawaran tetap dua input, yaitu tenaga kerja dan modal, yang dibutuhkan untuk memproduksi dua barang yg sama, pangan dan sandang. Banyak konsumen memiliki input untuk produksi dan memperoleh pendapatan dengan menjualnya. Pada gilirannya, pendapatan ini dialokasikan diantara dua barang tersebut.

Efisiensi Input
Suatu pengalokasian input tertentu ke dalam proses produksi akan efisien secara teknis apabila perusahaan-perusahaan mengabungkan input-input untuk memproduksi output tertentu dengan semurah mungkin. Dan jika output satu barang tidak mungkin dinaikkan tanpa menurunkan output barang lainnya.

Kurva Kontrak Produksi
Kurva kontrak produksi melambangkan seluruh kombinasi input yang efisien secara teknis. Dan tenaga kerja dan modal dapat direalokasikan untuk meningkatkan output sekurang-kurangnya salah satu dari dua barang tersebut.

Produsen Ekuilibrium dalam Pasar input yang Bersaing
Jika pasar input bersaing, suatu titik yang produksi yang efesien akan tercapai. Jika pasar tenaga kerja dan modal bersaing dengan sempurna, tingkat upah w akan sama dalam semua industri. Sama halnya, harga sewa modal r akan sama apakah modal digunakan dalam industri makan atau pakaian.jika produsen makanan dan pakaian meminimalkan biaya produksi, mereka akan menggunakan kombinasi tenaga keja dan modal sehingga rasio produk marjinal kedua input tersebut sama dengan rasio harga input tersebut:
MPL / MPK = w/r
Tetapi, kami juga menunjukkan bahwa rasio produk marjinal kedua input tersebut sama terhadap tingkat marjinal substitusi teknis tenaga kerja dengan modal MRTSLK. Akibatnya,
MRTSLK = w/r
Karena MRTS adalah garis lekung isokuan perusahaan tersebut, suatu ekuilibrium yang bersaing hanya dapat terjadi dalam pasar input jika masing-masing produsen harus menggunakan tenaga kerja dan modal sehingga garis lengkung isokuan tersebut sama dengan satu sama lain dan sama dengan rasio harga kepada input tersebut.

Batas Kemungkinan Produksi
Production possibilities frontier mengukur seluruh pengalokasian yang efesien dari segi tingkat output yang dapat diproduksi dengan kombinasi input tertentu. Tingkat transformasi marjinal barang 1 atas barang 2 meningkat sebanyak barang 1 dan lebih sedikit barang 2 yang diproduksi. Tingkat transformasi marjinal adalah setara dengan perbandingan antara biaya marjinal dengan perbandingan antara biaya marjinal untuk memproduksi barang 1 dan biaya marjinal untuk memproduksi barang 2. Batas kemungkinan-kemungkinan produksi menunjukkan berbagai jenis kombinasi pangan dan sandang yang dapat diproduksi dengan input tenaga kerja dan modal yang tetap, dengan catatan teknologi tetap konstan. Suatu distorsi dalam pasar tenaga kerja, barangkali akibat suatu serikat buruh yang memaksimalkan rente, telah menyebabkan perekonomian secara keseluruhan tidak efisien dalam hal produks yang akan menurunkan tingkat produksi sandang demi memperoleh upah anggota-anggotanya yang melebihi biaya kesempatan mereka.


Tingkat Transformasi Marjinal (MRT)
Definisi tingkat transformasi marjinal pangan untuk sandang sebagai tingkat besarnya kemiringan batas tersebut pada masing-masing titik serta mengukur berapa banyak sandang yang harus diserahkan untuk memproduksi satu unit tambahan pangan. Batas – batas kemungkinan produksi tidak perlu mempunyai MRT yang meningkat terus-menerus. Dalam hal ini karena input dipndahkan dari produksi sandang ke pangan, jumlah sandang yang harus diserahkan untuk memperoleh satu unit lagi pangan akan turun.
MRT = MCF / MCC

Efisiensi Output
Agar suatu perekonomian efisien, barang tidak boleh hanya diproduksi denganbiaya minimum, barang juga harus diproduksi dalam kombinasi yang sesuai dengan kesedian orang-orang untuk membayarnya. Suatu perekonomian memproduksi output secara efisien hanya juka, bagi masing-masing konsumen,
MRS = MRT
Dalam hal ini, konsumen bersedia menyerahkan 2 unit sandang untuk memperoleh 1 unit pangan, tetapi biaya untuk mendapatkan pangan tambahan hanyalah sebesar 1 unit sandang yang hilang. Kombinasi output yang efisien dihasilkab apabila tingkat transformasi marjinal antara kedua barang tersebut sama dengan tingkat subsitutsi marjinal konsumen.


Efisiensi dalam Pasar Output
Apabila pasar output bersaing dengan sempurna, seluruh konsumen akan mengalokasikan anggaran mereka sehingga tingkat subsitutsi marjinal mereka di antara dua barang sama dengan rasio harganya. Untuk kedua barang tersebut, pangan dan sandang,
MRS = Pp / Pc
Pada saat yang sama, masing – masing perusahaan akan memproduksi outputnya hinga mencapai titik di mana harganya sama dengan biaya marjinalnya. Ubtuk kedua barang tersebut,
PF = MCF  dan  Pc = MCc
Karena tingkat transformasi marjinalnya sama dengan rasio biaya produksi marjinalnya, itu berarti bahwa
MRT = MCF / MCC = PF / PC = MRS
Apabila pasar input dan output bersaing, produksi akan berjalan dengan efisien dalam arti MRT-nya akan sama dengan MRS-nya. Kita dapat melihat bahwa produksi pangan dan sandang tersebut dipilih sehingga manaat marjinal mengkonsumsi unit pangan lainnya sana dengan biaya marjinal untuk memproduksi pangan. Dan pasar output yang bersaing dan efisien tercapi apabila pilihan produksi dan konsumen terpisah.

16.3  KEUNTUNGAN PERDAGANGAN BEBAS
Dalam perdagangan internasional, dua orang atau dua Negara dapat memperoleh manfaat dengan melakukan perdagangan untuk mencapai suatu titik. Namun, ada keuntungan tambahan dari perdagangan apabila perekonomian dua Negara berbeda sehingga satu Negara mempunyai keunggulan komparatif dalam memproduksi satu barang sedangkan Negara kedua mempunyai keunggulan komparatif dalam memproduksi barang lainnya.

Keunggulan Komparatif
Situasi dimana Negara pertama mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negar kedua dalam memproduksi suatu barang karena biaya untuk memproduksi barang tersebut di Negara pertama ternyata lebih rendah daripada biay untuk memproduksi barang lainnya di Negara kedua. Apabila, masing-masing dari dua Negara mempunyai suatu keunggulan komparatif, keduanya akan lebih diuntungkan dalam memproduksi apa yang paling dikuasainya, dan membeli barang-barang lainnya.
Jika kedua Negara saling berdagang maka keungulan komparatif masing-masing Negara tersebut akan menentukan apa yang terjadi ketika keduanya melakukan perdagangan. Hasilnya akan bergantung pada harga masing-masing  barang dibandingkan dengan yang lain ketika terjadi perdagangan.


Perluasan Batas Kemungkinan-kemungkinan Produksi
Apabila terdapat keunggulan komparatif, perdagangan internasional mempunyai efek yang memungkinkan suatu Negara mengkonsumsi di luar batas kemungkinan-kemungkinan produksinya.

16.6 Tinjauan Kembali – Efesiensi Pasar yang Bersaing
Setiap pengalokasian mula-mula sumber daya, suatu proses pertukaran yang bersaing di antara indivu-individu, apakah melalui pertukaran, pasar input, atau pasat output, akan memberikan hasil yang efesien secara ekonomis. Dalil pertama ilmu ekonomi kesejahteraan mengatakan bahwa suatu sistem yang bersaing, yang didasarkan pada tujuan-tujuan peribadi konsumen dan produsen dan pada kemampuan harga pasar untuk memberikan informasi kepada kedua belah pihak, akan mencapai pengalokasian sumber daya yang efesien. Dalil kedua ilmu ekonomi kesejahtera mengatakan bahwa kondisi tertentu, persoalan-persoalan keadilan dan efesiensi dapat diperlakukan secara berbeda dari satu sama lain. Kedua dalil ilmu ekonomi kesejahtera tersebut sang bergantung pada asumsi bahwqa pasar adalah bersaing.
1.      Efeisiensi pertukaran: seluruh pengalokasikan harus terdapat pada kurva kontrak pertukaran tersebut, sehingga setiap tingkat substitusi marjinal konsumen untuk pangan terhadap sandqang adalah sama:
MRSJFC  =  PF / P=  MRSKFC

Suatu pasar yang bersaing mencapai hasil yang efesien ini karena, bagi konsumen, titik singgung garis anggarannya dan kurva indiferensi tertinggi yang dapat dicapai memastikan bahwa
MRTSFLK  =  MRTSCLK


2.      Efesiensi Pengguna input produksi : seluruh kombinasi input harus terdapat pada kurva kontrak produksinya, sehingga sikap substitusi teknik marjinal setiap produsen dari tenaga kerja untuk modal terlihat sama dalam produksi kedua barang:

MRTSFLK  =  MRTSCLK

Suatu pasar yang bersaing mencapaikan hasil yang efesien ini karena masing-masing produsen memaksimalkan laba dengan memilih output tenaga kerja dan modal sehingga ratio harga input-nya sama dengan tingkat substitusi teknis marjinalnya:

MRTFC  =  w / r = MRSTCLK

3.      Efesiensi pasar output:  Campuran output harus dipilih sehingga tingakat tranformasi marjinal diantara outout sama dengan tingkat substitusi marjinal konsumen:

MRTFC  = MRSFC  (untuk seluruh konsumen)

Suatu pasar yang bersaing mencapai hasil yang efesien ini karena produsen yang memaksimalkan laba menaikkan output-nya sampai mencapai titik dkimana biaya marjinalnya sama dengan harga:

PF   =  MCF’PC  =  MCC
Akibatnya,
MRTFC  =  MCF/MCC  =  PF / PC

Tetapi konsumen memaksimalkan kepuasan mereka dalam pasar yang bersaing hanya jika

PF / PC  =  MRSFC (untuk seluruh konsumen)
            Karena itu,
MRSFC =MRTFC
dan syarat-syarat efisiensi outputtersebut terpenuhi. Dengan demikian, efesiensi menuntut agar barang diproduksi dalam kombinasi dan dengan harga yang sesuai dengan kesediaan  orang-orang untuk membayarnya.

            16.7 Mengapa Pasar Gagal
            Menekan bahwa pasar yang bersaing berhasil. Interpretasi mengatakan kita harus memastikan prasyarat-prasyarat persaingan sudah terjadi, sehingga sumber daya dapat di alokasikan dengan efesien. Menekan bahwa prasyarat-prasyarat persaingan tersebut tidak mungkin dicapai. Interprestasi mengatakan bahwa kita harus memusatkan perhatian pada cara-cara untuk mengatasi kegagalan pasar.
            Pasar yang bersaing gagal karena empat alasan dasar: kekuatan pasar, informasi yang tidak lengkap, ekternalisasi, dan barang umum

Kekuatan Pasar
Bahwa seseorang penjual produk mempunyai kekuatan monopoli jika ia dapat mengenakan harga yang lebih tinggi daripada biaya marjinalnya dengan tetap memperoleh keuntungan. Sama halnya seseorang pembeli mempunyai kekuatan monopoli apabila keputusan belinya dapat mempengaruhi harga suatu barang.
Argumen yang sam kiranya berlaku untuk kekuatan pasar dalam suatu pasar input. Andaikanlah serikat buruh memberi kekuatan pasar kepada para pekerja terhadap penawaran tenaga mereka dalam produksi pangan tersebut. Dengan demikian, akan terlalu sedikit tenaga kerja ditawarkan kepada industri pangan tersebut dengan upah yang terlalu tinggi

(wf) dan terlalu bnyak tenaga kerja ditawarkan kepada industri sandang dengan upah yang terlalu rendah (wc). Dalam industri sandang tersebut, syarat-syarat efesiensi input-nya akan terpenuhi karena MRTCLK = wC  / r. Tetapi dalam industri pangan tersebut, upah yang dibayarkan akan lebih besar daripada upah dalam industri pangan tersebut, upah yang dibayarkan akan lebih besar daripada upah dalam industri sandang. Karena itu, MRTSFLK =  wF / r . wC / r = MRTSCLK. Hasilnya dalah inefisiensi input karena efesiensi menuntut agar semua tingkat substitusi teknis marjinal mesti sama dalam produksi semua barang.

 Informasi yang Tidak Lengkap
Jika konsumen tidak mempunyai informasi yang akurat tentang harga pasar atau kualitas produk, sistem pasar tersebut tidak akan berjalan dengan efesien. Kekurangan informasi ini dapat memberikan insentif kepada produsen untuk menawarkan terlalu banyak beberapa produk dan terlalu sedikit produk-produk lainnya. Dalam kasus lainnya, sementara beberapa konsumen mugkin tidak akan membeli produk meskipun mereka akan memperoleh keuntungan dengan melakukannya, konsumen lainnya membeli produk yang mengakibatkan mereka lebih dirugikan.

Eksternalitas
Sistem harga akan bekerja dengan efesien karena harga pasar menyampaikan iformasi kepada produsen maupun konsumen. Namun, kadang-kadang harga pasar tidak mencerminkan kegiatan-kegiatan produsen maupun konsumen. Ada suatu eksternalitas apabila kegiatan-kegiatan produsen maupun konsumen.ada suatu eksternalitas apabila kegiatan konsumsi atau produksi mempunyai efek tidak langsung terhadap kegiatan konsumsi atau produksi lain yang tidak tercemin langsung dalam harga pasar.

Barang Umum
Public good dapat disediakan dengan murah bagi banyak konsumen, tetapi begitu barang tersebut diberikan untuk beberapa konsumen, akan sangat sulit mencegah oramng-orag lain yang mengesumsinya. Contohnya, andaikanlah suatu perusahaan sedang mempertimbangkan apakah harus melakukan riset tentang teknologi baru yang tidak dapat dipatenkannya. Begitu penempuan tersebut dipublikasikan, orang-orang lain dapat menirunya. Sepanjang sulit melarang perusahaan-perusahaan lain menjual produk itu, riset tadi tidak akan menguntungkan.